Wisata berkelanjutan berbasis masyarakat pulau

Kepulauan Seribu merupakan salah satu wilayah ditetapkan dalam 10 Kawasan Strategi Pariwisata Nasional di tahun 2016 dan berada pada wilayah Taman Nasional Laut milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kelautan. Sebanyak hampir 600.000 wisatawan menunjungi Kepulauan Seribu sepanjang tahun 2019, dan masalah yang timbul akibat dari kegiatan wisata tidak dapat diabaikan, beberapa contohnya yaitu sampah laut, kerusakan terumbu karang, dan pergeseran gaya hidup masyarakat setempat.Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Yayasan Kehati, Universitas Pancasila, Kelompok Sadar Wisata masyarakat setempat, dan lainnya, untuk bersama - sama mengurangi dampak lingkungan dan sosial beserta menjaga kelestarian alam di Kepulauan Seribu. Prinsip wisata berkelanjutan yang kami bangun di program SOSIS yaitu berikut ini.
- Partisipasi Masyarakat. Sebagai pelaku, masyarakat pulau memiliki kuasa dan kepentingan untuk bergerak menjaga keindahan alam bawah laut dan budaya pulau agar wisatawan tetap berdatangan di masa mendatang. Di program SOSIS, kami bekerja sama dengan Pokdarwis dalam merencanakan konsep wisata ramah lingkungan dengan harga yang terjangkau dan dapat dilakukan oleh seluruh penyedia jasa wisata.
- Konservasi dan edukasi alam. Prinsip konservasi alam dan juga edukasi seputar budaya dan lingkungan sekitar pulau menjadi salah satu dasar dalam penentuan rencana perjalanan wisata maupun kualitas jasa yang diberikan. Contohnya yaitu penanaman mangrove di Pulau Harapan dan penjelasan konservasi penyu di Pulau Pramuka bersama Taman Nasonal Laut Kepulauan Seribu.
- Minim sampah.Masyarakat pulau menganggap masalah sampah laut merupakan kondisi darurat yang berbahaya bagi pekerjaan mereka ke depannya dan juga kelestarian lingkungan. Pokdarwis bekerja sama dengan Bank Sampah pulau untuk menciptakan jasa wisata minim sampah, yaitu dengan mengurangi kemasan sekali pakai saat menyajikan makanan dan minuman dan partisipasi clean-up di setiap tur di bawah laut dan di pantai.
- Kolaborasi dan komitmen bersama. Untuk mencapai tujuan dan merealisasikan visi bersama, kami menjunjung tinggi prinsip kolaborasi dan berkomitmen untuk terus menjaga semangat dalam menjaga laut Kepulauan Seribu tetap lestari. Seluruh stakeholder berperan di dalam kegiatan wisata Kepulauan Seribu turut berpartisipasi dalam dialog rutin, yaitu perusahaan swasta, pemerintah, yayasan, akademia, asosiasi industri, dan organisasi masyarakat.
Kami akan terus bekerja bersama seluruh stakeholder untuk mewujudkan ekowisata di Kepulauan Seribu yang mendorong konservasi alam, reduksi sampah dari sumber, dan edukasi wisatawan.
