Inovasi model bisnis untuk reduksi kemasan



Banyak kita jumpai produk yang dijual di semua toko dan supermarket dibalut dengan kemasan yang beragam macamnya, ada kemasan plastik, kertas, kaleng, dan sebagainya. Sayangnya, kemasan hanya digunakan sekali pakai dan berumur pendek, yang kemudian kita buang setelah selesai pakai. Hasil clean-up pantai yang kami lakukan sejak tahun 2016, sebanyak 64% merupakan plastik sekali pakai. Bahannya yang mudah terbang dan rendahnya laju pengumpulan sampah di beberapa daerah menyebabkan sampah ada di laut. Berita bangkai hewan mati karena tersedak sampah kita ramai disiarkan di media, dan ini akan terus terjadi apabila kita tidak menghentikan penggunaan kemasan sekali pakai. Kami menginisiasi refill store, atau toko curah, dimana konsumen memiliki pilihan untuk menghindari kemasan sekali pakai dengan menggunakan ulang wadah yang mereka miliki di rumah untuk membeli produk tersebut. Model bisnis refill store Cura’ menggandeng beberapa warung di Kepulauan Seribu dan menggunakan konversi berat untuk setiap produk yang dibeli oleh konsumen. Sepanjang rantai bisnis, kami bermitra dengan supplier produk, distributor dan pemilik warung yang memiliki visi yang sama. Animo masyarakat pulau sangat tinggi menanggapi keberadaan toko Cura’ semenjak dibuka di bulan Februari 2020. Cerita sukses dan pembelajaran ini akan kami sampaikan kepada pemerintah dan perusahaan FMCG untuk turut mendukung inisiatif mengurangi kemasan sekali pakai. Kami akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak di dalam kegiatan ini mendorong inovasi bisnis supply chain dan desain ulang kemasan demi memerangi sampah laut.
