Semua Program

Pengembangan Teknis Operasional Pengelolaan Sampah

Peran serta seluruh pihak adalah salah satu kunci mewujudkan pengelolaan sampah yang terintegrasi. Hal ini tidak terlepas dari perlu adanya peningkatan kapasitas seluruh stakeholder yang berperan seperti masyarakat, petugas sampah, pemerintah lokal dan stakeholder lainnya. Penguatan kapasitas teknis dan organisasi termasuk mendorong terbitnya dokumen prosedur dan panduan dan implementasinya bagi pengumpul sampah dan masyarakat dalam pemilahan sampah, pelatihan dan pendampingan rutin bagi seluruh pihak yang terlibat dalam sistem pengelolaan sampah sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 mengenai Pengelolaan Sampah, dan wadah komunikasi untuk seluruh pemangku kepentingan untuk bisa berbagi informasi mengenai teknologi paling mutakhir dan best practices. Kondisi Kepulauan Seribu yang terdiri dari gugusan kepulauan menimbulkan beberapa keterbatasan yang ditemui oleh masyarakat atau petugas sampah sehingga perlu adanya pendampingan agar peran serta mereka dapat terus meningkat.

Sehingga di sini kami bekerja melalui beberapa alur kegiatan utama yaitu:

  • Penyusunan rencana kerja bersama seluruh pemangku kepentingan agar terbentuknya sistem pengelolaan sampah yang sesuai dengan konteks kepulauan.
  • Melakukan edukasi rumah ke rumah terkait pemilahan sampah dan penarikan komitmen dari masyarakat untuk menjaga semangat mereka untuk memilah sampah dari sumber. 
  • Pendampingan rutin kepada sistem pengumpulan sampah terpilah agar sampah yang sudah dipilah masyarakat tetap terpilah hingga titik akhirnya, contohnya memisahkan sampah organik hingga mencapai tempat pengomposan.
  • Pemantauan pelaksanaan sistem pengelolaan sampah yang telah disepakati dalam rencana kerja Melibatkan siswa sekolah dan warung yang diedukasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui berbagai workshop.